c

Senin, 01 Mei 2017

Media Asia Hingga Amerika Tercengang Lihat Membludaknya Karangan Bunga Dukungan untuk Ahok

Warga masih berdatangan dan berswafoto dengan latar belakang karangan bunga untuk Ahok.

TOP News - Banyaknya rangkaian karangan bunga yang berasal dari pendukung Gubernur DKI Jakarta, Ahok di halaman Balai Kota ternyata menyita perhatian dunia. 
Bahkan sorotan media asing telah memuat soal fenomena yang bisa dikatakan sebagai sejarah baru bagi Ibu Kota DKI Jakarta ini.
 
Bahkan, sederet media Asia sampai dengan Amerika turut mengangkat pemberitaan soal membludaknya karangan bunga untuk Ahok itu.
 
Dalam artikelnya yang berjudul "More than a thousand turn up at Indonesia's City Hall to pay tribute to Ahok", media asing Singapura Straits Times menuliskan soal pemberitaan karangan bunga untuk Ahok-Djarot itu.
 
Lalu, lewat artikelnya yang berjudul "Indonesia: Governor Ahok gets rockstar treatment with flowers and trophies", Asia Correspondent turut mengangkat fenomena ini, termasuk soal hashtag #GombalinAhok.


Selanjutnya, judul "A Torrent of Love And Flower Arrangements Flood City Hall For Ahok", media Amerika Vice turut menuliskan bahwa Ahok bagaikan rockstar atau bintang rock yang sedang dalam masa tur terakhir hingga para penggemarnya pun mengirimkan bunga serta pesan cinta untuknya di Balai Kota.

Lalu ada pula dari media Filipina, Coconut yang memberikan judul "After election loss, City Hall flooded with flower boards and Ahok mobbed by fans expressing thanks and sympathy".

Mengenai jumlah karangan bunga, dikabarkan karangan bunga itu terus bertambah setiap waktunya.

"Sampai saat tadi pagi (jumlahnya) 2.700," ungkap Mawardi. Namun, jumlah ini masih terus bertambah.

(itusalah/liputan6)

Kamis, 27 April 2017

Pedagang Mulai Tolak Orderan Karangan Bunga Untuk Dikirim Ke Ahok Di Balaikota, Ini Lantarannya

TOP News - Pedagang karangan bunga papan di Pasar Rawa Belong mulai tolak orderan
untuk Ahok.

Penyebabnya stok sterofoam dan bambu sudah mulai habis.

Pemilik Alfinza Florist, Yuliana (42), mengaku hanya menerima order 4 bunga papan.


"Sisanya yang minta dikirim untuk hari ini juga saya tolak. Ada sekitar 4 pesanan yang saya tolak," kata Yuliana ketika ditemui Wartakotalive.com di tokonya, Kamis (27/4/2017) siang.

Yuliana mengatakan, stok sterofoam di tokonya sudab menipis. Belum lagi pekerjanya mulai kelelahan menangani order yang mendadak itu.

"Saya tak siap dengan orderan untuk Ahok ini. Makanya kita sedang tak banyak stok sterofoam dan kayu," ucap Yuliana.

Apalagi besok sudah masuk akhir pekan dimana orderan untuk pernikahan sudah menanti.

"Kalau dipaksakan diladeni yang pesanan untuk Ahok, yah bisa kehabisan stok untuk karangan bunga pesanan wedding," kata Yuliana.

Pantauan Wartakotalive.com, di lantai 2 Blok A Pasar Bunga Rawabelong tampak sibuk.

Jejeran papan sedang disusun menjadi karangan bunga yang indah. Sebagian besar pekerja sedang mengerjakan orderan karangan bunga untuk Ahok.

Selain Yuliana, Dedi (30), pemilik toko lainnya, sedang kesal di mejanya, siang tadi.

"Stok kayu dan papan saya habis. Baru datang besok lagi.Padahal hari ini ada 15 orderan untuk Ahok," kata Dedi sambil menyesal.

Dia mengaku tak menyangka kekalahan Ahok bakal mendatangkan rejeki untuk pedagang bunga.

"Kalau tahu begini mah saya setok papan sama sterofoam yang banyak," ujar Dedi yang mengeruk keuntungan mencapai Rp 50 juta selama 3 hari ini dari bunga papan untuk Ahok.

Sumber : tribunnews.com

Selasa, 25 April 2017

“Kalah, Nama Ahok justru Mendunia… The Australian: “Ahok Gubernur Terbaik yang pernah Memimpin Jakarta”



TOP News - Ajang Pilkada DKI Jakarta ternyata tidak hanya menjadi sorotan media dalam negeri saja namun juga di seluruh dunia. Bahkan beberapa media asing sudah memberitakan soal kehebohan Pilkada DKI Jakarta antara Ahok-Djarot melawan Anies-Sandi. 
Hasil quick count telah menyatakan bahwa Anies-Sandi telah resmi menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur baru untuk Ibu Kota DKI Jakarta.
 
Ahok Gubernur Terbaik Jakarta 
Walau memang Anies-Sandi memenangkan ajang Pilkada ini lewat hasil quick count dengan perolehan suara di atas 50 persen, namun nama Ahok malah mendunia.
 
Salah satunya yaitu media asing dari Australia yang bernama The Australian menyatakan bahwa Basuki Tjahaja Purnama atau yang biasa disebut sebagai Ahok adalah "Gubernur Terbaik" yang pernah memimpin Ibu Kota DKI Jakarta.
 
Padahal, seperti yang diketahui bahwa Ahok menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta hanya sekitar dua setengah tahun saja.
 
Ia menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta setelah Joko Widodo yang kala itu ikut ajang Pilpres memenangkan pertempuran dan berhasil menjadi seorang Presiden Indonesia.

"Gubernur Ahok secara luas diakui sebagai gubernur paling efektif menangani 'kota kacau' dengan penduduk lebih dari 10 juta dalam beberapa dekade terakhir," kutip ItuSalah.com dari laman The Australian.

Ahok Gagal Melanjutkan Pemerintahan

Namun, The Australian melanjutkan, kehebatan seorang Ahok tak bisa dilanjutkan kembali karena munculnya ragam kampanye yang sangat berpengaruh pada keputusan pemilih terutama dilakukan oleh oknum-oknum ormas agama serta pemegang kekuasaan politik di Indonesia yang diduga memiliki niat untuk melakukan penggeseran sekutu utama yaitu Presiden Jokowi di jelang Pilpres 2019 mendatang.

Masih menurut The Australian, para pemimpin di oposisi sedang mencari celah dari baju besi yang dikenakan oleh lawan mereka. Hal itu bisa didapatkan lewat ucapan Ahok yang mempertanyakan soal penafsiran atas sebuah ayat Alquran sehingga diperalat dan dimanfaatkan untuk umat agama tidak memilih pemimpin yang tidak seagama.

Mirip Donald Trump

Hal ini dihubungkan dengan yang terjadi di Pilpres Amerika Serikat yang memenangkan Donald Trump yang menggunakan cara lama untuk bisa merasuki pikiran warga AS yang ternyata masih konservatif.

Hadirnya Anies-Sandi di dalam tubuh pemerintahan DKI Jakarta telah dianggap banyak orang untuk bisa memuluskan kepentingan politik lainnya. Salah satu diantaranya yaitu mengenai pengusungan Prabowo Subianto di ajang Pilpres 2019 mendatang.

"Gubernur Ahok secara luas diakui sebagai gubernur paling efektif menangani 'kota kacau' dengan penduduk lebih dari 10 juta dalam beberapa dekade terakhir," kutip ItuSalah.com dari laman The Australian.

Ahok Gagal Melanjutkan Pemerintahan

Namun, The Australian melanjutkan, kehebatan seorang Ahok tak bisa dilanjutkan kembali karena munculnya ragam kampanye yang sangat berpengaruh pada keputusan pemilih terutama dilakukan oleh oknum-oknum ormas agama serta pemegang kekuasaan politik di Indonesia yang diduga memiliki niat untuk melakukan penggeseran sekutu utama yaitu Presiden Jokowi di jelang Pilpres 2019 mendatang.

Masih menurut The Australian, para pemimpin di oposisi sedang mencari celah dari baju besi yang dikenakan oleh lawan mereka. Hal itu bisa didapatkan lewat ucapan Ahok yang mempertanyakan soal penafsiran atas sebuah ayat Alquran sehingga diperalat dan dimanfaatkan untuk umat agama tidak memilih pemimpin yang tidak seagama.

Mirip Donald Trump

Hal ini dihubungkan dengan yang terjadi di Pilpres Amerika Serikat yang memenangkan Donald Trump yang menggunakan cara lama untuk bisa merasuki pikiran warga AS yang ternyata masih konservatif.

Hadirnya Anies-Sandi di dalam tubuh pemerintahan DKI Jakarta telah dianggap banyak orang untuk bisa memuluskan kepentingan politik lainnya. Salah satu diantaranya yaitu mengenai pengusungan Prabowo Subianto di ajang Pilpres 2019 mendatang.(merdeka.com via itusalah.com)

Senin, 13 Maret 2017

Kebangkitan ORBA "Lebih enak jamanku to"



ANIES BASWEDAN, ANDA SEDANG MEMBUKA JALAN BAGI NAIKNYA TOMMY SOEHARTO. DAN INI BAHAYA BAGI INDONESIA

Kini sudah semakin jelas, Anies Baswedan bukanlah tokoh utama dalam Pilkada DKI.

Anies harus sadar dia sedang digunakan sebagai kuda tunggangan, sebagaimana pemuka agama seperti Arifin Ilham yang fotonya terpampang di sini.

Kalau Anies sampai menang, ini bukanlah kemenangan Anies tapi kemenangan kubu keluarga Soeharto, terutama Tommy Soeharto.

Ini jelas terlihat dalam acara Dzikir dan Shalawat Bersama Mengenang 51 Tahun Supersemar, yang diselenggarakan di Masjid At Tin, 11 Maret 2017.

Tommy menjadi pusat perhatian. Dan dia layak menjadi pusat perhatian.
…..

Orang seperti Tommy tidak bisa dilihat sebagai ‘pendukung’ Anies.

Orang ini tak mungkin hanya mendukung. Tommy kini telah menjelma menjadi tokoh politik yang memang menata langkah-langkahnya secara terencana untuk maju ke panggung politik. Dan dia akan kembali ke pangung politik untuk, antara lain, membalas dendam.,

Tommy adalah sosok fenomenal dalam politik Indonesia. Lahir 15 Juli 1962, Tommy bisa dibilang sebagai putra bungsu Soeharto yang sering membuat masalah, bukan hanya pada diri dan keluarganya, namun juga bangsa Indonesia.

Ia terbukti mendalangi pembunuhan, terbukti korupsi, menguasai projek yang memiskinkan rakyat, bergaya hidup mewah, dan digosipkan menjalin hubungan dengan  banyak artis.

Dulu ia mungkin bisa dilihat sebagai ‘anak bawang’. Tapi kini ia sudah menjelma menjadi ‘raksasa’.

Manuver Tommy sebagai politisi sudah tercium sejak sekitar 2015.
Saat itu, tiba-tiba saja muncul akun twitter Tommy Soeharto. Ia secara konstan menyerang Ahok, dan sesekali Jokowi.

Tommy yang semula dikenal sebagai pebisnis tiba-tiba saja fasih bicara politik, dengan visi kerakyatan.

Pada 2016, Tommy mengecam pernyataan Ahok yang meminta agar PLN tidak mengalirkan listrik di kawasan tanah negara yang didiami secara ilegal oleh warga yang menolak untuk direlokasi. “Itu Otak Apa Tahu??..Memimpin jangan semau gue, jangan Asal Asbun, warga kurang mampu jangan terus di tekan, Anda itu siapa? Warga mana?”

Pada 2017, Tommy mulai secara terbuka bicara langsung pada wartawan untuk menyerang Ahok.  Segera setelah putaran pertama Pilkada 2017, Tommy menyatakan bahwa hasil Pilkada menunjukkan adanya ancaman dari etnis Tionghoa terhadap demokrasi dan pribumi Indonesia. Tommy bahkan menyebut kaum etnis Tionghoa telah berkhianat pada bangsa Indonesia.

Tommy membentuk dan menjadi ketua Partai Berkarya pada 2016. Tommy memilih untuk mengambil jalur partai baru karena menganggap Partai yang dulu dibentuk ayahnya, Golongan Karya, sudah tidak bisa lagi diharapkan. Partai berkarya dibrand sebagai partai yang menjadi ‘wadah kerinduan pada masa Pak Harto’.

Tommy juga diduga menyalurkan dana untuk membantu aksi-aksi Bela Islam pada November sampai Januari lalu. Tommy memang dekat dengan Firza Husein, wanita yang diduga memiliki hubungan gelap dengan Rizieq Shihab. Firza dalam hal ini adalah ketua Yayasan Solidaritas Sahabat Cendana. Melalui YSSC inilah diduga aliran dana dari Tommy mengalir ke gerakan-gerakan anti Ahok.

……

Tommy adalah manusia berbahaya.

Tommy  masuk penjara pada 2001 setelah terbukti menjadi dalang pembunuhan Ketua Muda Bidang Hukum Pidana Mahkamah Agung (MA), Syafiuddin Kartasasmita (60).

Tim polisi yang menyelidiki dan menangkap Tommy ini adalah Tim Kobra yang dipimpin Kapolri saat ini, Tito Karnavian.

Korban dibunuh diduga karena menjatuhkan vonis hukuman penjara 18 bulan penjara dan denda Rp 30 miliar kepada Tommy yang dianggap terbukti bersalah dalam kasus tukar guling PT Goro Batara Sakti (GBS) dan Bulog. Tommy kabur ketika hendak dipenjara.

Tommy kemudian memerintahkan dua pembunuh bayaran menghabisi nyawa sang hakim. Berkat kerja keras Tim Kobra, Tommy kemudian tertangkap.

Tapi Tommy ternyata memperoleh banyak keistimewaan. Dua pembunuh bayaran yang dibayar Tommy dihukum penjara seumur hidup, sementara Tommy hanya divonis penjara 15 tahun. Bahkan kemudian Mahkamah Agung di bawah Bagir Manan memutuskan untuk mengurangi hukuman pada Tommy menjadi 10 tahun.

Tommy seharusnya baru keluar dari penjara tahun 2011.  Namun berkat enam kali revisi yang diperolehnya, total hukuman yang harus dijalaninya hanya tujuh tahun. Lebih hebat lagi, Tommy bahkan sudah bisa keluar dari penjara pada 2006 dengan status bebas bersyarat.
Dengan kata lain, Tommy sebenarnya hanya menjalani hukuman di penjara selama 5 tahun!!!!!
….
Tommy adalah anak emas Soeharto yang sejak muda terlibat dalam dunia bisnis. Tapi sama sekali tidak dengan reputasi harum.

Pada tahun 1980an, ia diduga menggunakan tentara untuk memaksa sejumlah pemilih tanah di Nusa Dua serta Pantai Dreamland Bali untuk menjual tanah mereka dengan harga murah. Kabarnya sampai saat ini, tanah-tanah itu masih dalam dalam kekuasaan perusahaan-perusahaan Tommy.

Di usia 22 tahun, Tommy sudah membangun kerajaan bisnis Grup Humpuss yang bergerak di bidang energy, batu bara, petrokimia serta transportasi.  Kerajaan ini ambruk begitu Orde Baru Tumbang.

Salah satu bentuk kejahatan Tommy di era Soeharto adalah ketika ia memperoleh hak monopoli menjual hasil cengkih dari petani, melalui Badan Penyangga Perniagaan Cengkeh (BPPC) yang dikendalikannya pada 1992.

Sebelum BPPC dibentuk, petani cengkih bebas menjual langsung kepada pedagang melalui Koperasi Unit Desa (KUD). Sejak 1992, petani harus menjual cengkihnya kepada BPPC yang akan menangani penjualan kepada perusahaan-perusahaan rokok.

Banyak kepustakaan menunjukkan BPPC menjadi mesin keruk korupsi bagi Tommy dan kawan-kawan di BPPC. Dengan memanfaatkan posisi monopolinya, BPPC mengeruk keuntungan besar dengan mengabaikan kesejahteraan petani cengkih. BPPC membeli cengkih dari petani dengan harga murah dan menjualnya pada pabrik rokok dengan harga mahal. Selisih itu tidak disalurkan untuk membantu petani, meliankan untuk memperkaya Tommy dkk.
BPPC bubar pada 1998, di tahun jatuhnya Soeharto, dengan meninggalkan kerugian negara yang diduga mencapai Rp 3 triliun.

Kerugian negara juga terjadi dalam progam mobil nasional yang ditangani Tommy, Timor.  Dalam kasus ini, program yang seharusnya berorientasi pada produk mobil yang diproduksi di dalam negeri, malah menjadi sarana pengimpran built up mobil produksi KIA (Korea Selatan) tanpa dibebani bea masuk. Program ini duduga merugikan negara Rp 3,4 triliun.
….

Tommy juga kerap digambarkan sebagai ‘petualang cinta’.

Ada banyak nama wanita yang dikabarkan menjalin hubungan cinta dengan Tommy.  Ia misalnya dikabarkan menjalin hidup bersama dengan Maya Rumantir dalam waktu cukup lama, sehingga memiliki satu anak. Setelah putus dengan Maya, Tommy menjalin hubungan dengan nama-nama terkenal.

Istri resmi Tommy adalah Tata, yang memberinya dua anak. Pernikahan itu berakhir pada 2007, setelah Tommy lepas dari penjara. Tommy juga digosipkan menikah siri dengan model Sandy Harun.

Beberapa nama lainnya adalah: Manohara,  Tamara Blezskinsky, Nadine Candrawinata, Catherine Wilson dan Andi Soraya.
…..

Kini Tommy kembali.

Tidak ada yang tahu berapa kekayaan persis Tommy. Tapi yang pasti berlimpah.

Tahun lalu, ia menyatakan siap membawa pulang aset-asetnya di luar negeri. Ketika itu secara terbuka, Tommy menyatakan ia memiliki banyak asset -- saham, reksa dana, piutang, dsb – yang tersimpan di berbagai negara.

Masalah terbesarnya adalah, Tommy kembali dengan menyimpan dendam. Ayah yang sangat menyayanginya digulingkan, kerajaan bisnisnya ambruk, dan ia harus masuk penjara selama beberapa tahun. Tito Karnavian yang menangkapnya sekarang bahkan sudah diangkat menjadi Kapolri.

Kini ia akan membuat perhitungan.

Anies Baswedan akan menjadi sosok yang menentukan sejarah Indonesia ke depan. Hanya saja ini bukan soal Anies, melainkan soal Tommy Soeharto, Cendana, Prabowo, Hari Tanu, Reza Chalid  dan mafia hitam lainnya.

Anies, sadarlah. Anda sedang membuka pintu bagi kembalinya sejarah hitam Indonesia.

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10154478360442817&id=687807816