c

Senin, 13 Maret 2017

Kebangkitan ORBA "Lebih enak jamanku to"



ANIES BASWEDAN, ANDA SEDANG MEMBUKA JALAN BAGI NAIKNYA TOMMY SOEHARTO. DAN INI BAHAYA BAGI INDONESIA

Kini sudah semakin jelas, Anies Baswedan bukanlah tokoh utama dalam Pilkada DKI.

Anies harus sadar dia sedang digunakan sebagai kuda tunggangan, sebagaimana pemuka agama seperti Arifin Ilham yang fotonya terpampang di sini.

Kalau Anies sampai menang, ini bukanlah kemenangan Anies tapi kemenangan kubu keluarga Soeharto, terutama Tommy Soeharto.

Ini jelas terlihat dalam acara Dzikir dan Shalawat Bersama Mengenang 51 Tahun Supersemar, yang diselenggarakan di Masjid At Tin, 11 Maret 2017.

Tommy menjadi pusat perhatian. Dan dia layak menjadi pusat perhatian.
…..

Orang seperti Tommy tidak bisa dilihat sebagai ‘pendukung’ Anies.

Orang ini tak mungkin hanya mendukung. Tommy kini telah menjelma menjadi tokoh politik yang memang menata langkah-langkahnya secara terencana untuk maju ke panggung politik. Dan dia akan kembali ke pangung politik untuk, antara lain, membalas dendam.,

Tommy adalah sosok fenomenal dalam politik Indonesia. Lahir 15 Juli 1962, Tommy bisa dibilang sebagai putra bungsu Soeharto yang sering membuat masalah, bukan hanya pada diri dan keluarganya, namun juga bangsa Indonesia.

Ia terbukti mendalangi pembunuhan, terbukti korupsi, menguasai projek yang memiskinkan rakyat, bergaya hidup mewah, dan digosipkan menjalin hubungan dengan  banyak artis.

Dulu ia mungkin bisa dilihat sebagai ‘anak bawang’. Tapi kini ia sudah menjelma menjadi ‘raksasa’.

Manuver Tommy sebagai politisi sudah tercium sejak sekitar 2015.
Saat itu, tiba-tiba saja muncul akun twitter Tommy Soeharto. Ia secara konstan menyerang Ahok, dan sesekali Jokowi.

Tommy yang semula dikenal sebagai pebisnis tiba-tiba saja fasih bicara politik, dengan visi kerakyatan.

Pada 2016, Tommy mengecam pernyataan Ahok yang meminta agar PLN tidak mengalirkan listrik di kawasan tanah negara yang didiami secara ilegal oleh warga yang menolak untuk direlokasi. “Itu Otak Apa Tahu??..Memimpin jangan semau gue, jangan Asal Asbun, warga kurang mampu jangan terus di tekan, Anda itu siapa? Warga mana?”

Pada 2017, Tommy mulai secara terbuka bicara langsung pada wartawan untuk menyerang Ahok.  Segera setelah putaran pertama Pilkada 2017, Tommy menyatakan bahwa hasil Pilkada menunjukkan adanya ancaman dari etnis Tionghoa terhadap demokrasi dan pribumi Indonesia. Tommy bahkan menyebut kaum etnis Tionghoa telah berkhianat pada bangsa Indonesia.

Tommy membentuk dan menjadi ketua Partai Berkarya pada 2016. Tommy memilih untuk mengambil jalur partai baru karena menganggap Partai yang dulu dibentuk ayahnya, Golongan Karya, sudah tidak bisa lagi diharapkan. Partai berkarya dibrand sebagai partai yang menjadi ‘wadah kerinduan pada masa Pak Harto’.

Tommy juga diduga menyalurkan dana untuk membantu aksi-aksi Bela Islam pada November sampai Januari lalu. Tommy memang dekat dengan Firza Husein, wanita yang diduga memiliki hubungan gelap dengan Rizieq Shihab. Firza dalam hal ini adalah ketua Yayasan Solidaritas Sahabat Cendana. Melalui YSSC inilah diduga aliran dana dari Tommy mengalir ke gerakan-gerakan anti Ahok.

……

Tommy adalah manusia berbahaya.

Tommy  masuk penjara pada 2001 setelah terbukti menjadi dalang pembunuhan Ketua Muda Bidang Hukum Pidana Mahkamah Agung (MA), Syafiuddin Kartasasmita (60).

Tim polisi yang menyelidiki dan menangkap Tommy ini adalah Tim Kobra yang dipimpin Kapolri saat ini, Tito Karnavian.

Korban dibunuh diduga karena menjatuhkan vonis hukuman penjara 18 bulan penjara dan denda Rp 30 miliar kepada Tommy yang dianggap terbukti bersalah dalam kasus tukar guling PT Goro Batara Sakti (GBS) dan Bulog. Tommy kabur ketika hendak dipenjara.

Tommy kemudian memerintahkan dua pembunuh bayaran menghabisi nyawa sang hakim. Berkat kerja keras Tim Kobra, Tommy kemudian tertangkap.

Tapi Tommy ternyata memperoleh banyak keistimewaan. Dua pembunuh bayaran yang dibayar Tommy dihukum penjara seumur hidup, sementara Tommy hanya divonis penjara 15 tahun. Bahkan kemudian Mahkamah Agung di bawah Bagir Manan memutuskan untuk mengurangi hukuman pada Tommy menjadi 10 tahun.

Tommy seharusnya baru keluar dari penjara tahun 2011.  Namun berkat enam kali revisi yang diperolehnya, total hukuman yang harus dijalaninya hanya tujuh tahun. Lebih hebat lagi, Tommy bahkan sudah bisa keluar dari penjara pada 2006 dengan status bebas bersyarat.
Dengan kata lain, Tommy sebenarnya hanya menjalani hukuman di penjara selama 5 tahun!!!!!
….
Tommy adalah anak emas Soeharto yang sejak muda terlibat dalam dunia bisnis. Tapi sama sekali tidak dengan reputasi harum.

Pada tahun 1980an, ia diduga menggunakan tentara untuk memaksa sejumlah pemilih tanah di Nusa Dua serta Pantai Dreamland Bali untuk menjual tanah mereka dengan harga murah. Kabarnya sampai saat ini, tanah-tanah itu masih dalam dalam kekuasaan perusahaan-perusahaan Tommy.

Di usia 22 tahun, Tommy sudah membangun kerajaan bisnis Grup Humpuss yang bergerak di bidang energy, batu bara, petrokimia serta transportasi.  Kerajaan ini ambruk begitu Orde Baru Tumbang.

Salah satu bentuk kejahatan Tommy di era Soeharto adalah ketika ia memperoleh hak monopoli menjual hasil cengkih dari petani, melalui Badan Penyangga Perniagaan Cengkeh (BPPC) yang dikendalikannya pada 1992.

Sebelum BPPC dibentuk, petani cengkih bebas menjual langsung kepada pedagang melalui Koperasi Unit Desa (KUD). Sejak 1992, petani harus menjual cengkihnya kepada BPPC yang akan menangani penjualan kepada perusahaan-perusahaan rokok.

Banyak kepustakaan menunjukkan BPPC menjadi mesin keruk korupsi bagi Tommy dan kawan-kawan di BPPC. Dengan memanfaatkan posisi monopolinya, BPPC mengeruk keuntungan besar dengan mengabaikan kesejahteraan petani cengkih. BPPC membeli cengkih dari petani dengan harga murah dan menjualnya pada pabrik rokok dengan harga mahal. Selisih itu tidak disalurkan untuk membantu petani, meliankan untuk memperkaya Tommy dkk.
BPPC bubar pada 1998, di tahun jatuhnya Soeharto, dengan meninggalkan kerugian negara yang diduga mencapai Rp 3 triliun.

Kerugian negara juga terjadi dalam progam mobil nasional yang ditangani Tommy, Timor.  Dalam kasus ini, program yang seharusnya berorientasi pada produk mobil yang diproduksi di dalam negeri, malah menjadi sarana pengimpran built up mobil produksi KIA (Korea Selatan) tanpa dibebani bea masuk. Program ini duduga merugikan negara Rp 3,4 triliun.
….

Tommy juga kerap digambarkan sebagai ‘petualang cinta’.

Ada banyak nama wanita yang dikabarkan menjalin hubungan cinta dengan Tommy.  Ia misalnya dikabarkan menjalin hidup bersama dengan Maya Rumantir dalam waktu cukup lama, sehingga memiliki satu anak. Setelah putus dengan Maya, Tommy menjalin hubungan dengan nama-nama terkenal.

Istri resmi Tommy adalah Tata, yang memberinya dua anak. Pernikahan itu berakhir pada 2007, setelah Tommy lepas dari penjara. Tommy juga digosipkan menikah siri dengan model Sandy Harun.

Beberapa nama lainnya adalah: Manohara,  Tamara Blezskinsky, Nadine Candrawinata, Catherine Wilson dan Andi Soraya.
…..

Kini Tommy kembali.

Tidak ada yang tahu berapa kekayaan persis Tommy. Tapi yang pasti berlimpah.

Tahun lalu, ia menyatakan siap membawa pulang aset-asetnya di luar negeri. Ketika itu secara terbuka, Tommy menyatakan ia memiliki banyak asset -- saham, reksa dana, piutang, dsb – yang tersimpan di berbagai negara.

Masalah terbesarnya adalah, Tommy kembali dengan menyimpan dendam. Ayah yang sangat menyayanginya digulingkan, kerajaan bisnisnya ambruk, dan ia harus masuk penjara selama beberapa tahun. Tito Karnavian yang menangkapnya sekarang bahkan sudah diangkat menjadi Kapolri.

Kini ia akan membuat perhitungan.

Anies Baswedan akan menjadi sosok yang menentukan sejarah Indonesia ke depan. Hanya saja ini bukan soal Anies, melainkan soal Tommy Soeharto, Cendana, Prabowo, Hari Tanu, Reza Chalid  dan mafia hitam lainnya.

Anies, sadarlah. Anda sedang membuka pintu bagi kembalinya sejarah hitam Indonesia.

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10154478360442817&id=687807816

Sabtu, 04 Maret 2017

Gaya Ahok Masak Nasi Kebuli Dengan Para Remaja Muslim Di Makam Mbah Priuk Jadi Viral


TOP News-Di Makam Mbah Priuk, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama ikut diajak remaja masjid untuk memasak nasi kebuli. Ahok mengiyakan ajakan tersebut.





Ahok awalnya sedang berkeliling area makam untuk melihat kegiatan yang berada di sekitar makam. Saat berkeliling, Ahok mengunjungi dapur umum yang digunakan untuk memasak nasi kebuli yang akan dibagikan kepada warga yang hadir di makan. 

Melihat kehadiran Ahok, sekumpulan remaja yang sedang memasak nasi langsung mengajak suami Veronica Tan itu melihat cara pembuatan nasi kebuli.




"Di sini tempat apa ini?" tanya Ahok pada salah satu pengurus makam di lokasi, Sabtu (4/3/2017).

"Tempat memasak nasi kebuli yang untuk dibagikan Pak," jawab pengurus makam.

"Pak sini dulu Pak lihat cara buatnya," teriak para remaja yang sedang memasak nasi kebuli.

Ahok sempat melihat-lihat cara pembuatan nasi kebuli di dapur umum makam tersebut. Saat sedang melihat-lihat, tiba-tiba Ahok diajak untuk mencoba bagaimana mengaduk nasi kebuli yang ada dalam kuali besar. Sempat menolak, Ahok akhirnya bersedia ikut memasak.

"Pak coba aduk nasinya Pak," ajak para remaja.

"Nggak deh saya nggak kuat, berat ini pasti," jawab Ahok sambil tertawa.

"Coba dulu Pak aduk, biar tahu bagaimana bikinnya," minta para remaja.





Ahok yang mengenakan kemeja batik lengan panjang bertanya ke para remaja cara memasak nasi kebuli.

"Tinggal diaduk saja Pak, habis itu angkat nasinya," kata salah satu remaja.

Ahok terlihat tersenyum saat sedang mengaduk nasi kebuli di dalam kuali besar. Para remaja yang melihat aksi Ahok langsung bertepuk tangan.

"Sudah ya, panas nasinya," ujar Ahok sambil tertawa usai mengaduk nasi kebuli.

Sabtu, 18 Februari 2017

KETIKA KATA-KATA ANIES BERUBAH-UBAH, JANJI DP NOL PERSEN KEMUDIAN DIUBAH MENJADI NOL RUPIAH



Pakar gagasan dan kata-kata, begitulah mungkin sebutan yang pantas disematkan kepada Calon gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.



Hal ini tidak perlu kita sanggah karena memang Anies datang dengan mengidentikan dirinya dengan gagasan dan kata-kata. Itulah mengapa kata perang gagasan muncul di Pilkada kali ini.

Anies bahkan menyerang paslon lain yang mementingkan kerja dibandingkan kata-kata.

Bagi Anies, gagasan dan kata-kata adalah hal penting dan mendahului kerja. Menurut Anies, kata-kata dibutuhkan seorang pemimpin untuk mengomunikasikan gagasan yang dia miliki kepada warganya. Dengan demikian, pelaksanaan program kerja di lapangan dapat berlangsung dengan lancar.

“Orang yang menganggap kata-kata tidak penting, bahaya sekali. Kata-kata untuk menarasikan gagasan. Ada arah, ada narasi, ada hasil,” kata Anies.

Hal ini memang terbukti menjadi kekuatan Anies. Hanya dengan gagasan dan berkata-kata, Anies mampu membius semua orang. Bak Mario teguh, Anies memukau warga Jakarta dengan narasi dari gagasannya yang membuai. Walau pada akhirnya kita tidak sadar sedang dipermainkan oleh kata-kata.

Anies dengan tegas dan yakin, mengungkapkan pentingnya kata-kata ini dalam debat pertama. Anies bahkan mengkritik cagub nomor dua Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama yg dinilainya kerap mengesampingkan pentingnya penyampaikan kata-kata.

Dia mencontohkan Proklamator sekaligus presiden pertama Indonesia Soekarno yg dinilainya sangat mementingkan kata-kata.

“Karena itu, Pak Basuki jangan hanya kerja, kerja, kerja, tapi juga harus dengan kata-kata dan gagasan. Bung Karno pernah bilang banyak bekerja banyak bicara. Jangan banyak bekerja tanpa bicara.”

“Hargai kata-kata untuk membangun manusia. Kalau Anda meremehkan kata-kata, Anda memecah belah warga Jakarta,” kata Anies.

Perkataan Anies tidak ada yang salah, tetapi saya pikir semua harus dikembalikan kepada teladan masing-masing.

Anies yang pakar gagasan dan kata-kata sudah bagaimana integritasnya dalam bergagasan dan berkata-kata?? Apakah Anies memang sudah memperhatikan setiap perkataannya?? Atau hanya asal bernarasi dan akhirnya memecah belah Jakarta??

Hal ini menjadi penting bagi saya untuk mengingatkan Anies dan warga Jakarta akan bahayanya permainan kata-kata. Kita bisa tertipu dan terbius tanpa sadar telah memilih orang yang salah dalam berkata-kata.

Orang yang ternyata sedang menyembunyikan sesuatu dalam kata-katanya, atau orang yang sudah tahu salah berkata malah mengelak dengan permainan kata-kata.

Anies yang pakar berkata-kata paling jago dalam hal mengelak setiap perkataannya. Itulah mengapa tidak heran Anies bermulut manis pada siapa saja dan pada kubu mana saja.

Baru-baru ini, bahaya kata-kata Anies kembali terjadi. Anies yg kena tegur oleh Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo, tentang penyediaan rumah dengan DP 0 persen, langsung berkilah dan melakukan permainan kata-kata. Seperti menganggap kita ini semua bodoh dan gampang dibodoh-bodohi, Anies menyangkal pernyataan Gubernur BI.

“Bukan nol persen, enggak ada DP nol persen. DP nol rupiah, Kalau DP nol persen enggak boleh,” ujar Anies usai jenguk istri patwalnya selama Pilkada, yang baru melahirkan di RS. Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat 17 Februari 2017.

Anies menegaskan, bahwa konsep kredit rumah dengan DP nol rupiah tidak menyalahi aturan. Hal itu sudah sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia nomor 18/16/PBI/2016 tentang Rasio Loan To Value untuk Kredit Properti,Rasio Financing To Value Untuk pembiayaan properti, dan uang muka untuk kredit atau pembiayaan kendaraan bermotor.

“Kecuali bila itu program pemerintah daerah. Ada pasalnya di situ, pasal 17. Peraturan Bank Indonesia nomor 18/16/ PBI/2016. Nanti Anda lihat di pasal 17,” ujarnya.

Apa yang dikatakan Anies tidak salah dan sesuai dengan peraturan. Lalu apa yang salah?? Yang salah adalah, Anies mengubah kata-katanya!

Bukankah diawal bukan DP Rp. 0?? Lalu mengapa Anies mengubah kata-katanya?? Bukankah kata-kata itu penting dan menjadi identitas Anies??

Berikut adalah janji Anies pada saat kampanye di Gelanggang Remaja Rawamangun Jalan Pemuda No. 06 Kelurahan Rawamangun, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur, Kamis (19/1/2017).

“Nah kita akan menyiapkan program di mana warga Jakarta bisa memiliki rumah secara kredit dengan DP nol persen. Kita akan menggunakan fasilitas bank untuk bisa menggunakan Bank DKI,” ujarnya.

“Dan sudah dibuatkan mekanisme pengaturan dengan mereka menggunakan tabungan. Jadi menabung dulu di bank selama 6 bulan yang tabungannya bisa nilainya sampai 10 persen, dari situ dihargai sebagai pengganti DPnya,” tambahnya.

Anies juga mengatakan itu saat berkampanye di kawasan Kembangan, Jakarta Barat, pada Kamis, 2 Februari 2017.

“Nanti kita akan gunakan Bank DKI untuk menjadi bank penyedia rumah dengan DP nol persen. Rumahnya tidak akan disiapkan oleh pemerintah. Rumahnya adalah seperti kita mau beli rumah yang lain. Mengajukan KPR, KPR-nya di Bank DKI,” ujarnya.

Pernyataan Anies tegas bahwa rumah ini adalah dengan DP nol persen. Tetapi sekarang diubah lagi dengan DP Rp. 0. Entah apa bedanya atau apa maksudnya saya juga tidak paham. Tetapi perubahan kata dari DP nol persen menjadi DP Rp. 0 adalah sebuah hal yang berbahaya.

Saya perlu ingatkan lagi apa yang disampaikan oleh Anies, bahwa orang yang menganggap kata-kata tidak penting sangat berbahaya sekali. Karena gagasan dikomunikasikan melalui kata, dan kata diimplementasikan melalui kerja.

Nah, bagaimana kalau kata-katanya membingungkan dan tidak menggambarkan gagasan sebenarnya?? Rusaklah sudah kerja ke depannya.

Anies sebagai orang yang menghargai kata-kata, seharusnya berhati-hati dalam berkata-kata. Sekarang warga dan Gubernur BI pun akan bingung dengan pernyataannya. Mana yg benar?? DP nol persen atau DP Rp. 0??

Janganlah bernarasi tapi tidak tahu maknanya. Anda yang bernarasi bingung, orang lain pun ikut bingung.

Kalau sudah begini, bagaimana Jakarta mau dibawa 5 tahun ke depan?? Dengan bernarasi terus tanpa tahu makna yang mau dikatakan?? Kata-kata dirangkai tanpa tahu maksud kata tersebut (Contoh DP nol persen)??

Beginilah gambaran ke depan Anies kalau menjadi Gubernur. Repot kita berdebat terus dengan kebijakan-kebijakannya. Semua kata dipermainkan, kerja pun tidak ada. Maukah Ibukota dipimpin Gubernur seperti ini?? Saya tidak sudi.

Salam Kata-Kata.


By: Palti Hutabarat

Senin, 05 Desember 2016

Kasus Ahok dinilai tak layak dilanjutkan, ini penjelasan hukumnya




"Saya menyatakan bahwa proses pidana atas dugaan penistaan agama atas Basuki semestinya tidak berlanjut, karena yang bersangkutan telah meminta maaf," ucap Hendardi saat dihubungi wartawan, Senin (5/12).

Sebab, dia menjelaskan, pada Pasal 2 aturan itu, berbunyi:

(1) Barang siapa melanggar ketentuan tersebut dalam pasal 1 diberi perintah dan peringatan keras untuk menghentikan perbuatannya itu di dalam suatu keputusan bersama Menteri Agama, Menteri/Jaksa Agung dan Menteri Dalam Negeri.

(2) Apabila pelanggaran tersebut dalam ayat (1) dilakukan oleh Organisasi atau sesuatu aliran kepercayaan, maka Presiden Republik Indonesia dapat membubarkan Organisasi itu dan menyatakan Organisasi atau aliran tersebut sebagai Organisasi/ aliran terlarang, satu dan lain setelah Presiden mendapat pertimbangan dari Menteri Agama, Menteri/Jaksa Agung dan Menteri Dalam Negeri. 

"Jika mengulangi perbuatannya, baru kemudian dipidana," kata Hendardi.

Badan Reserse Kriminal Polri menetapkan Ahok sebagai tersangka, Rabu (16/11) lalu. Penetapannya sebagai tersangka, berdasarkan alat bukti video pidato Ahok di Kepulauan Seribu pada 27 September lalu, sejumlah dokumen, dan keterangan sejumlah ahli yang menilai perkara ini perlu dilanjutkan ke tahap penyidikan.

Sebelum Ahok ditetapkan sebagai tersangka, berlangsung aksi unjuk rasa yang diikuti ratusan ribu orang, pada Jumat (4/11). Aksi itu, menuntut hukum ditegakkan dalam kasus dugaan penistaan agama oleh Ahok.

"Saya melihat adanya tekanan massa ini lah yang jadi penyebab penetapan tersangka," ujar Hendardi.

Menurut Hendardi, penetapan Ahok sebagai tersangka menjadi preseden buruk bagi promosi pemajuan kebebasan beragama atau berkeyakinan di Indonesia. Penegakan hukum atas dugaan penodaan agama tidak sepenuhnya dijalankan dengan mematuhi prinsip due process of law. Tapi, Hendardi berharap, keputusan yang dibuat Polri patut dihormati. Sebab, keputusan Polri adalah produk institusi yang patut dihormati.

"Nuansa tertekan, terlihat dalam proses penyidikan. Tetapi karena telah menjadi putusan institusi penegakan hukum, maka proses hukum harus dihormati," imbuh Hendardi.

Sementara itu, Kejaksaan Agung telah memutuskan, bahwa perkara tersangka Ahok telah dinyatakan P21. Berarti administrasi penanganan perkara oleh jajaran Pidana Umum Kejaksaan menyatakan berkas perkara hasil penyidikan Bareskrim Polri telah memenuhi syarat untuk dibawa ke pengadilan secara formal dan material.

Perkara Ahok dinyatakan P21, setelah sebelumnya Penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri menyerahkan berkas perkara tahap pertama kasus yang menjerat Ahok kepada Kejaksaan Agung, Jumat (25/11). Lima hari berselang, Kejaksaan menyatakan perkara Ahok P21.

"Secara umum tidak ada ketentuan batas waktu. Tetapi memang ini terlalu cepat dan tidak lazim, pernyataan P21 begitu cepat," tutup Hendardi.
(merdeka.com)